ganbarimasyou

Tokyo - Sibolga; "The Spirit Of dianivan"

Seekor elang duduk di sebuah pohon, berisitirahat dan tidak melakukan apa-apa.

Dari bawah, seekor kelinci melihat elang itu dan bertanya, "Dapatkah aku seperti kamu, hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa?"

Elang menjawab: "Tentu saja, kenapa tidak."

Lalu, kelinci pun duduk beristirahat di tanah di bawah pohon tempat Elang bertengger.

Tiba-tiba seekor rubah muncul, menerkam kelinci tersebut dan memakannya.

pelajaran dari cerita ini:
Jika anda ingin hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa, anda harus duduk sangat, sangat tinggi di atas sana.

diambil dan disarikan dari Five Minutes Management Course


Ganbarimasyou!!!



Arthur Ashe, Pemain legendaris Wimbledon sekarat terjangkit penyakit dari darah yang ia terima sewaktu menjalani operasi jantung di tahun 1983.

Dari seluruh dunia, ia menerima banyak surat dari penggemarnya yang salah satunya mengekspresikan perasaan dengan pertanyaan: "Kenapa Tuhan memilih anda untuk penyakit yang sangat buruk?"

Untuk surat ini, Arthur menjawab :

"Untuk seluruh dunia, 50 juta anak-anak mulai belajar bermain tennis, 5 juta orang yang belajar bermain tennis, 500.000 orang yang belajar tennis secara profesional, 50.000 orang yang masuk ke arena pertandingan, 5000 orang yang mencapai arena Grand Slam,50 orang yang mencapai Wimbledon, 4 orang masuk ke semi final, 2 orang masuk ke final,...

Dan ketika saya mendekap Tropi kemenangan, saya tidak pernah bertanya "mengapa saya?"
Dan hari ini dalam kesakitan, saya juga tidak patut untuk bertanya "mengapa saya?"

Kebahagiaan menjaga hidup anda tetap manis,
Cobaan menjaga anda tetap kuat,
Kesedihan menjaga anda tetap manusiawi,
Kegagalan menjaga anda tetap rendah hati dan kesuksesan menjaga anda tetap bersinar, namun hanya Keyakinan kepada Tuhan & tingkah Laku yang membuat anda tetap berjalan.... berjalan....

==============================================================================

Jadi, bagaimana dengan Anda menilai apa yang Anda alami dalam hidup yang Anda jalani, kawan???

diambil dan diterjemahkan dari sini


Ganbarimasyou!!!



Beberapa tahun lalu, ditemukan sumber minyak di sebidang tanah milik seorang Indian tua di Oklahoma. Sepanjang hidupnya, orang indian tua itu sangat miskin, tapi penemuan minyak secara tiba-tiba menjadikannya sangat kaya. Hal pertama yang dilakukannya adalah membeli mobil touring cadillac besar. Pada masa itu, mobil touring mempunyai dua ban serep di bagian belakang. Namun, orang Indian tua itu menginginkan mobil terpanjang di daerahnya sehingga ia pun menambah empat lagi ban serep. Ia membeli topi tinggi Abraham Lincoln, menambah jas panjang dan dasi kupu-kupu, dan melengkapi penampilannya dengan cerutu besar berwarna hitam.

Setiap hari ia akan naik mobil ke kota kecil pusat ternak Oklahoma yang panas, berdebu, yang tidak jauh dari sna. Ia ingin melihat setiap orang, dan dilihat setiap orang. Ia adalah orang tua yang ramah sehingga, ketika mengelilingi kota dengan mobilnya itu, ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan dan berbicara dengan setiap orang. Bahkan, ia akan berbalik dan bicara dengan mereka walupun sedang duduk dibelakang kemudi. Cukup menarik, ia tidak pernah menabrak atau melindas seorang pun. Ia tidak pernah melakukan satu pun kerusakan fisik atau bangunan.

Alasannya sederhana. Tepat di depan mobil yang besar dan bagus itu ada dua ekor kuda yang menarik mobil itu.

Montir-montir lokal mengatakan tidak ada yang rusak dengan mesin mobil tersebut, tetapi orang Indian tua itu tidak pernah belajar bagaimana memasukkan kunci dan menghidupkan mesinnya. Di dalam mobil itu ada seratus kuda-yang siap, bersedia dan senang bepergian, tetapi orang Indian tua itu hanya menggunakan dua kuda diluar.

Banyak orang yang melakukan kesalahan dengan melihat ke luar untuk mencari dua tenaga kuda padahal mereka seharusnya melihat ke dalam karena disana mereka mempunyai lebih dari seratus.

Oliver Wendell Holmes megatakan bahwa "banyak orang pergi ke kubur dengan membawa musik yang masih ada di dalam dirinya" Sayangnya melodi yang paling indah diantara semuanya adalah melodi yang belum pernah dimainkan.

=======================================================================================
diambil dan disarikan dari I'll See You at The Top - Zig Ziglar




Exterior Toko Wal-Mart (diambil dari wikipedia)


Walaupun sulit dipercaya, konsep diskon dalam penjualan eceran adalah sebuah konsep yang kontroversial ketika pertama dimunculkan pada tahun 50-an di toko seperti Ann & Hope, yang dibuka di lahan bekas penggilingan di Cumberland Rhode Island.

Para penjual tradisional membencinya, pengusaha pabrikan juga. Konsep itu mengancam pengaruh mereka terhadap pasar. Banyak negara bagian yang melarang praktek tersebut. Ketika bisnis-bisnis serupa mulai muncul di awal 60-an, Walton adalah pedagang berumur 40-an yang cukup kaya, mengoperasikan 15 toko serba ada, kebanyakan di Arkansas, Missiouri dan Oklahoma. Toko-toko tersebut adalah toko tradisional yang mengambil keuntungan relatif tinggi.

Walton adalah seorang pembelajar aktif tentang penjualan eceran - semua liburan keluarga mencakup kunjungan toko-sehingga ketika seorang tukang potong rambut bernama Herb Gibson dari Berryville, Ark mulai membuka sebuah toko diskon di pinggiran kota dimana salah satu toko Sam berdiri, saat itulah dia melihat seperti apa bisnis yang akan datang. Pada tanggal 2 Juli 1962, di umur 44, dia membuka toko Wal-Mart pertama di Rogers, Ark. Pada Tahun yang sama S.S Kresge juga meluncurkan K Mart. FW Woolworth memulai Woolco dan Dayton Hudson memulai jaringan Target. Konsep diskon menyerang Amerika dengan sangat keras. Saat itu, Walton berada pada level yang sangat jauh untuk menarik perhatian para kompetitor, suplier ataupun Wall Street.

Ketika berkomitmen kepada diskon, Walton memulai sebuah perang suci yang berlangsung seumur hidupnya: menekan biaya barang-barang dimanapun memungkinkan terdapat penambahan harga -di toko, pada keuntungan pembuat(pabrik), pada perantara -semua layanan ditujukan untuk membuat harga turun, turun, turun.

Menggunakan formula tersebut, yang memotong keuntungan menjadi sangat tipis, adalah hal yang penting untuk menjaga pertumbuhan penjualan tetap konstan. Dan hal itu tentu saja berhasil, sehingga Walton terus mencari tempat untuk membuka toko dimanapun dia melihat ada kesempatan. Dia akan berdengung di sebuah kota dengan pesawat yang terbang rendah untuk mempelajari hamparan sebuah daratan. Ketika dia melihat segitiga yang merupakan potongan yang tepat diantara beberapa kota kecil, dia akan turun dan membeli sebidang tanah dan mendirikan sebuah toko Wall Mart selanjutnya, yang terjadi kemudian adalah pasukannya datang dan menggarap lahan itu seperti karpet.

Ketika jaringan tokonya mulai tinggal landas, Walton membuat penyesuaian-penyesuaian besar untuk mengatur pertumbuhan - kembali lagi seperti melihat ke masa depan. Sejak 1966, ketika mempunyai 20 toko, dia mengikuti sekolah IBM di New York. Tujuannya: mempekerjakan orang terpintar di kelas untuk datang ke Bentonville, Ark. Dan mengkomputerisasi operasi tokonya. Dia menyadari bahwa dia tidak dapat berkembang pada kecepatan yang dia inginkan komputerisasi kontrol barang "just-in-time". Tentu saja dia bertindak tepat, dan Wal Mart menjadi ikon dari inventarisasi barang-barang yang sangat akurat serta logistik yang mengagumkan - penggunaan informasi yang sangat baik ini menjadi keuntungan yang sangat kompetitif. Saat ini database komputer Wal-Mart merupakan yang kedua terbesar setelah Pentagon dalam hal kapasitas, dan walaupun jarang diingat, tapi Sam Walton adalah CEO pertama dalam sejarah abad informasi.

Walton menghabiskan banyak pekerjaannya tanpa diketahui oleh publik ataupun pers. Bahkan tidak ada seorangpun yang pernah mendengar namanya sampai ketika pada tahun 1985 majalah Forbes menulis bahwa kepemilikan 39% dari saham Wal-Mart menjadikannya orang terkaya di Amerika. Setelah itu, gelombang awal perhatian terpusat pada Walton sebagai retailer terkenal: lebih memilih truck pickup daripada limo dan lebih memilih ditemani anjing keturunan daripada para investor bank. Kharismanya yang luar biasa telah memotivasi ratusan dari ribuan karyawan untuk percaya pada apa yang bisa dicapai oleh Wal-Mart, dan banyak diantara mereka yang menjadi kaya karena memiliki saham perusahaan. Wal Mart adalah mimpi Amerika. Sejalan dengan pengaruh Wal-Mart yang bertumbuh dan melewati kompetitor seperti K Mart dan Sears, Walton mulai digambarkan sebagai tokoh jahat oleh pedagang di kota kecil yang direpotkan oleh Wal-Mart. Mereka mengadakan sebuah tekanan nasional tentang masa lalu, yang bertengger di Manhattan - berkata-kata mengekspresikan tentang hilangnya keanggunan kota kecil, menyalahkan semu itu pada Walton.

Walton melihat semua argumen itu sebagai kebodohan yang terlalu. Dia pernah menjadi pedagang kota kecil. Dan dia telah melihat masa depan. Dia memilih untuk memakan daripada dimakan. Dan yang paling penting, dia percaya bahwa pedagang kota kecil dapat berkompetisi-jika mereka membuat banyak perubahan untuk beradaptasi. Dan seperti diduga, para pelanggan lebih memihak kepada Walton. Dia memberikan apa yang diinginkan amerika - harga rendah setiap hari.

Tidak ada argumen yang dikemukakan disini bahwa Sam Walton memenuhi daerah pedesaan amerika atau bahwa dia tidak memaksa banyak orang untuk mengubah bagaimana mereka mencari uang. Tetapi dia mempercepat perubahan seperti itu. Kekuatan perkembangan yang dia bawa tidak dapat dihindari. Teknik manajemen yang diperkuatnya dijadikan contoh oleh bisnis-bisnis lain jauh diluar industrinya sendiri, pemanfaatan teknologi informasi untuk menekan biaya menjalar dengan cepat ke seluruh macam perusahaan; dan langkah awalnya dalam konsep retail telah memuluskan jalan bagi turunan baru bagi "pembunuh kategori" retail-Home Depots, Barnes & Nobles dan Blockbusters. Gelombang dari biaya operasi yang rendah, biaya gudang yang rendah, terus menjalar. Internet tentu saja adalah akibat terbarunya. Saat ini orang hanya bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh seorang Cyber Sam Muda jika dia baru saja mulai saat ini.

John Huey, managing editor Fortune, penulis pendamping Sam Walton: Made In America

diambil dan diterjemahkan dari sini
=========================================================================================

Bagaimana rasanya ketika Anda berada di puncak bisnis, kemudian dipaksa keluar dari bisnis tersebut ?
Pada usia 27 tahun, dia membuka toko serba ada pertama di Newport Arkansas (kota kecil berpenduduk 7000 orang). Dia memulainya dengan uang tabungan dan pinjaman dari mertuanya. Dan dia bertekad bahwa 5 tahun kemudian, toko kecil itu akan menjadi toko serba ada dengan keuntungan paling besar di Arkansas. Dia berkata "Tentukan target, dan lihat apakah kamu bisa mencapainya. Jika kemudian tidak tercapai, paling tidak kamu telah bersenang2 dalam perjalanan untuk mencapainya".

Toko Franchise Ben Franklin itu sukses, walaupun bukan hal yang mudah. Karena dia mulai menekan harga dan tidak mau membeli ke distributor tapi malah bernegoisasi langsung kepada pabrik. Dia juga melakukan inovasi2 untuk menarik orang ke tokonya dengan program2 promosi yang tidak diajarkan oleh Franchise Ben Franklin.

Apa yang terjadi setelah 5 tahun kemudian toko kecil yang penuh usaha keras itu berhasil menguasai Pasar Arkansas? Pemilik gedung tidak mau memperpanjang sewa. Karena dia ingin menjadi pemilik toko tersebut.

Sam Walton kecewa, dan merasa "ditendang" dari kota kecil tempat dia berusaha keras untuk tokonya. Seakan seseorang mengambil usaha nya setelah dia berhasil mengalahkan satu demi satu kompetisi dari mulai yang kecil sampai toko besar.

Pada umur 32 tahun dia pergi dari kota itu, mengalami kekecewaan beberapa saat untuk kemudian pergi ke kota lain untuk memulai dari awal usaha retailnya.

Kita semua pernah mengalami hal yang mengecewakan, ketidak-adilan yang tiba-tiba menimpa kita. Adalah wajar untuk merasa sedih dan kecewa. Tapi ingatlah jika pada saat itu Sam Walton beralih ke bidang lain ataupun berhenti berusaha. Maka tidak akan pernah ada Wal-Mart.


Di akhir buku Made in America. Diceritakan Sam Walton sedang bergulat karena kanker. Dan Presiden America memberikannya Medali Kebebasan (Presidential Medal of Freedom) atas jasa-jasanya membuka lapangan pekerjaan, atas dedikasinya dalam manajemen dan kepemimpinan. Presiden Amerika terbang langsung bersama ibu negara ke Bentonville untuk memberikan medali itu. Ketika diajukan pertanyaan kepada dia tentang siapa saja yang diperbolehkan hadir untuk acara itu, dia menjawab "Para Associates Wal-Mart" (dia menyebut semua pekerja Wal-Mart sebagai associates/rekan). Karena dia merasa bahwa medali itu bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk para rekanan Wal-Mart. Lalu disaat itu, dia ada di kursi roda menerima medali diantara orang-orang yang membangun dan bekerja untuk Wal-Mart. Dan saya membayangkan dirinya seperti veteran perang yang berhasil dalam perjuangannya. Dalam rasa sakit, dia telah mencapai impiannya, bersama pasukannya yang ikut berjuang bersama-sama dengan dia.

Tiga minggu setelah itu, sehari setelah ulang tahunnya (4 April 1992), Sam Walton meninggal dunia.

Diakhir membaca buku itu, saya seperti kehilangan seorang kakek yang telah mengajari saya banyak hal lewat tulisan. Terima Kasih Sam Walton


sumber:
- Made In America - Biografi Sam Walton
- Time 100, the most important peoples in century
- Wikipedia Sam Walton





Pernahkah anda mendengar tentang Creative Technology? Perusahaan pertama di Singapura yang terdaftar di NASDAQ dan mempunyai aset milyaran dollar. Pendirinya, Sim Wong Hoo dikenal juga sebagai Bill Gates-nya Singapura.

Sama seperti entrepreneur sukses lainnya, Sim wong hoo datang dari sebuah keluarga miskin dengan kesulitan hidup yang bertumpuk-tumpuk. Lulus dari politeknik di umur 19 tahun dengan prestasi yang biasa saja. Dengan berbekal sebuah ijazah diploma sebuah politeknik lokal, banyak orang yang cukup puas mendapatkan gaji $1500 perbulan. Tapi tidak dengan Sim. Apa yang membuat Sim berbeda adalah dia mempunyai kepercayaan dan nilai-nilai.

Dia percaya bahwa dia bukan hanya salah satu dari banyak orang biasa, dia amat percaya bahwa dia mempunyai kemampuan yang lebih besar lagi. Diimbangi dengan nilai-nilai keluarga yang kuat yaitu kesuksesan dan berusaha memberikan sesuatu, dia merancang tujuan khusus untuk membuat komputer pertama di dunia yang dapat berbicara, menyanyi dan memainkan musik(bukan hanya bisa menghitung angka2). Dia mulai merancang tujuannya pada umur 17 tahun, ketika dia masih bersekolah!. Bahkan beberapa tahun sebelumnya (pada saat dia berumur 15th) dia telah mencanangkan impian untuk menjual 100 juta unit "teknologi baru" yang akan merevolusi dunia.

Adalah tujuan yang ditetapkan sebelumnya yang membuat dia mulai mengembangkan strategi-strategi yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Kemudian ditahun 1981, dia mengambil langkah besar dan mendirikan Creative Technologies dengan modal $6000. Beberapa tahun kemudian, dia meluncurkan hasil pemikirannya, Cubic CT, yang merupakan komputer multimedia pertama. Apakah dia sukses? Tidak! Hal itu merupakan sebuah kesalahan besar, dan sebagai akibatnya, perusahaan mengalami banyak kerugian. Bukannya menganggap hal tersebut sebagai "kegagalan", dia menerimanya sebagai feedback/masukan bahwa pasar belum siap untuk menerima produk tersebut. Terlalu rumit dan mahal. Dia kemudian melakukan fleksibilitas teknologi untuk mengembangkan strategi baru, sebuah inovasi baru.

Dan lagi-lagi, dia tidak mendapatkan hasil seperti yang dia inginkan.

Sekali lagi, Sim menganggapnya sebagai umpan balik/masukan untuk mengganti strategi dan mengambil langkah baru. Dia berulangkali mengganti strateginya sampai dia muncul dengan sebuah ide untuk mengembangkan sound card yang bernama "Sound Blaster". Ketika Sound Blaster diluncurkan, produk tersebut mengalami sukses yang sangat luar biasa. Sound Blaster merupakan kartu PC terlaris sekaligus menjadi standar industri dunia untuk PC multimedia . Hari ini, lebih dari 60% multimedia PC menggunakan Teknologi Sound Blaster milik Creative.

Di tahun 1992, Creative Technology menjadi perusahaan Singapura pertama yang terdaftar di NASDAQ, dan terus mendongkrak kekayaan Sim untuk bergabung dengan kelompok jutawan dunia. Saat ini, Creative Technology adalah sebuah raksasa multimedia dengan 5.000 orang pegawai, dengan 20.000 toko di US dan pendapatan tahunan sebesar 1.3 Milyar Dollar

diambil dan diterjemahkan dari buku Master Your Mind, Design Your Destiny ===============================================================================




Dulu saya mengira bahwa creative merupakan salah satu brand nya Amerika. Atau paling tidak produk ini diciptakan oleh gang Silicon Valley yang merupakan tempat biasa tumbuhnya inovasi-inovasi teknologi. Sampai bertemu dengan artikel ini saya masih mempunyai pemikiran bahwa negara-negara Asia hanya bisa menjadi pengekor bagi kemajuan inovasi teknologi barat. Ternyata pikiran saya salah.

Yang lebih menarik lagi, ternyata Creative dimulai dari sebuah toko reparasi komputer yang dibuat Sim pada saat dia berumur 26 tahun bersama teman sekolahnya. Saat itulah dia mulai mengembangkan kartu tambahan untuk Apple II (komputer personal generasi pertama), dan menjualnya sebagai bundle.

Selama periode 1984-1988 Creative memperkenalkan beberapa produk seperti CUBIC 99(modifikasi dari apple II berbahasa china), CUBIC Phone Sitter (hardware tambahan untuk mesin penjawab telepon), CUBIC CT (multimedia pc). Namun sukses terbesar mereka adalah ketika membuat Game Blaster pada tahun 1988 dan kemudian disempurnakan menjadi Sound Blaster pada tahun 1989.

Dapat kita lihat disini bahwa sukses yang didapat oleh Sim Wong Hoo dimulai dari kecil, yaitu usaha reparasi komputer. Tapi dari situ dia terus berusaha untuk berkembang ditengah keterbatasan. Pun ketika sanggup menciptakan inovasi-inovasi tidak semuanya bisa berhasil. Ketika pertama kali diluncurkan produk CUBIC tidak sukses di pasaran dan membuat perusahaan rugi. Ketika pada tahun 1987 Creative membuat C/MS (Creative Music System), Sim Wong Hoo pergi ke Amerika dan menggandeng toko retail elektronik RadioShack Tandy untuk memasarkannya. Tapi produk ini kalah bertarung dibandingkan dengan AdLib. Kembali perusahaan mengalami kerugian.

Menurut Adam Khoo, ciri-ciri orang sukses biasanya mengikuti pola seperti berikut:

BELIEF => GOAL => STRATEGY => ACTION

hasil dari ACTION ada dua : Success atau Feedback. Jika hasilnya Feedback(atau belum sukses) maka strategy nya akan dibenahi kembali dan kembali ke action.

ACTION => FEEDBACK(NOT SUCCESS) => (NEW) STRATEGY => ACTION

proses itu akan terus diulangi sehingga mencapai sukses.

Disini yang terlihat adalah ketika Sim tidak mendapatkan hasil sesuai yang dia inginkan (CUBIC dan C/MS), dia merubah strategi nya dan kembali melakukan action. Begitu dilakukan berulang-ulang sampai menemukan strategi sukses yang pas dengan produk Sound Blaster.

Jadi jangan berkecil hati bila kita belum mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Mengikuti pola dari orang sukses seperti yang dipaparkan oleh Adam Khoo : jangan hilangkan keyakinan anda, jangan lupakan tujuan anda, ambil pelajaran dari yang terjadi untuk merubah strategy, dan kembali action!

Jika Sim Wong Hoo yang mulai dari toko reparasi komputer pun bisa menjadi inovasi dalam sejarah komputer. Anda pun pasti bisa meraih kesuksesan yang anda impikan.

Ganbarimasyou!!!


diambil juga dari:



oleh Adam Khoo

Salah satu kekuatan yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita adalah kemampuan untuk memilih. Kekuasaan untuk bebas berkeinginan. Saya percaya bahwa diri Anda hari ini adalah hasil akibat dari pilihan-pilihan Anda di masa lalu.

Sepuluh tahun dari sekarang, Anda pasti menjadi 10 tahun lebih tua. Jika sekarang Anda berumur 20 tahun, maka 10 tahun lagi akan menjadi 30 tahun atau jika saat ini 30 tahun, maka satu dekade dari sekarang pasti akan berumur 40 tahun. Pertanyaannya adalah siapakah Anda 10 tahun kemudian? Apa yang akan Anda raih di umur itu ?

Jawabannya terdapat pada 3 pilihan besar yang Anda ambil tiap harinya. Inilah yang saya sebut 3 pilihan yang menentukan siapa diri Anda.


1) Pilihan pergaulan Anda.

Sebagai makhluk sosial, kita mempunyai kecenderungan memilih, menyesuaikan dan mengikuti kepercayaan, tingkah-laku dan juga kebiasaan dari orang-orang di sekitar kita. Jika pergaulan Anda berisi orang-orang yang mempunyai pikiran negatif, mengeluh setiap saat dan mempunyai kepercayaan diri rendah, maka sangat besar peluangnya Anda akan menjadi seperti itu juga.

jika orang-orang di sekitar Anda selalu berpikiran positif, dapat memotivasi diri sendiri dan selalu menetapkan standar-standar yang tinggi, maka Anda akan menjadi seperti itu juga. Hal itu terjadi karena semenjak kita masih kecil, kita telah memilih pikiran dan pola tingkah laku dari orang-orang di sekitar kita secara otomatis. Pernahkah Anda sadari saat-saat dimana anda berbicara persis seperti teman Anda atau ibu Anda ? Apakah Anda pernah sadari bahwa Anda bertingkah laku seperti teman-teman Anda? Jadi sangatlah masuk akal bila sebuah magnet positif dikelilingi oleh 10 magnet negatif maka magnet positif itu dalam waktu singkat akan menjadi magnet negatif.

Inilah mengapa ada beberapa orang yang sangat termotivasi dan mempunyai pikiran positif setelah mengikuti pelatihan pengembangan pribadi, tapi tidak beberapa lama kemudian semangatnya menurun. Ketika mereka meninggalkan seminar, mereka kembali kepada lingkungan negatif dimana orang-orang didalamnya berkata bahwa kehidupan itu sangat menyebalkan dan semua usaha sia sia. Sebuah seminar dapat membenamkan diri Anda kedalam sebuah lingkungan luar biasa selama 4-5 hari, tapi berteman dengan orang yang salah akan membenamkan diri Anda kedalam sebuah lingkungan yang rusak selama hidup Anda!

Saya akan bertanya kepada anda... Tulislah 5 nama dimana waktu Anda paling banyak dihabiskan bersama mereka. Sekarang lihat nama-nama ini dan tanyalah pada diri Anda: Apakah orang-orang ini dapat membuat saya mengeluarkan potensi terbaik dalam diri saya ? Apakah mereka menginspirasi saya ? Ataukah orang-orang ini membuat saya merasa tidak nyaman dan menjatuhkan semangat saya ?

Pikirkan tentang kepercayaan-kepercayaan, sikap, tingkah-laku dan ukuran yang mereka berikan kepada diri mereka sendiri. Apakah ini kepercayaan yang saya inginkan untuk diri saya sendiri ? Apakah ini sikap dan tingkah laku yang akan membuat saya sukses ? Jika jawabannya YA, berarti Anda berada di jalan yang tepat. Tapi jika jawabannya adalah TIDAK, maka inilah saatnya Anda menghabiskan waktu Anda dengan orang lain. Jika Anda ingin sukses, maka Anda harus sering bergaul dengan orang-orang yang telah sukses (atau menginginkan menjadi orang sukses). Jika Anda ingin mempunyai semangat yang tinggi, Anda harus bergaul dengan orang-orang yang mempunyai semangat tinggi.

Alasan utama mengapa banyak dari anggota program saya (misal, Patterns of Excellence, wealth Academy dll) dapat mempertahankan kekuatan dan perubahan yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama adalah karena persahabatan yang ditempa dalam program tersebut. Saya telah mengembangkan dan menerapkan sebuah sistem dimana lulusan programnya membentuk kelompok sukses. Setiap anggota dalam kelompok itu saling mengingatkan dan membentuk budaya yang menganut norma-norma kesejahteraan dan kesuksesan didalamnya.


2) Pilihan dalam menentukan apa yang Anda masukkan kedalam pikiran Anda

Hal kedua yang menentukan siapa diri Anda adalah apa yang Anda pilih untuk Anda masukkan kedalam otak Anda! apakah buku-buku yang Anda baca ? apakah majalah yang Anda baca ? Kapan Anda membaca surat kabar dan bagian apa yang paling sering Anda baca ? Website apa yang paling sering Anda buka ? apa yang ada di dalam bookmark browser Anda ? seminar apa yang Anda pilih untuk Anda ikuti ?

Saya merasa aneh jika seseorang mengatakan ingin meningkatkan kesejahteraan hidup. Tapi mereka membaca FHM dan majalah olah raga (Ketimbang SmartInvestor, The Edge dan Fortune). Mereka menghabiskan waktu mereka surfing di website hiburan (ketimbang moneycentral.com, sgx.com, cnn.com). Mereka membaca cerita-cerita hantu singapura (ketimbang buku tentang bisnis atau keuangan). Mereka memilih menghabiskan waktu dan uang untuk menonton film atau berlibur daripada menghadiri seminar investasi dan keuangan. Mereka memasukkan pikiran negatif seperti "kenapa saya sangat miskin?" daripada berfokus dalam pikiran seperti "bagaimana saya bisa mempelajari strategi menjadi kaya?"

Jadi pelajaran kedua adalah jika Anda ingin unggul dalam bidang tertentu (kesehatan, kesuksesan, dan kesejahteraan), Anda harus berinvestasi kepada pendidikan dan mempelajari semua tentangnya. Isi pikiran Anda dengan ilmu dan pemikiran sejahtera, maka Anda akan menjadi sejahtera.


3) Mimpi yang Anda pilih

Seseorang dapat menjadi lebih baik setiap harinya dan melangkah menuju tujuan mereka adalah karena mereka memiliki mimpi yang besar dan menginspirasi diri mereka. Mimpi itu selalu mengisi pikiran bahkan sejak saat mereka membuka mata di pagi hari. Jika Anda mempunyai mimpi besar untuk menjadi yang terbaik dalam bidang Anda, membangun gereja/masjid/candi, mengirimkan anak Anda ke sekolah yang terbaik, memiliki sebuah property, membangun bisnis Anda sendiri, maka Anda akan menjalani hidup Anda tiap harinya dengan gairah, fokus dan sebuah pengertian akan tujuan. Setiap keputusan yang Anda pilih dan setiap tindakan yang Anda ambil akan mempunyai tujuan. Hasilnya, Anda akan bergerak semakin dekat kepada tujuan Anda semakin harinya.

Akan tetapi, jka Anda tidak memiliki mimpi yang dapat menginspirasi Anda untuk bangun pagi. Jika Anda tidak mempunyai tujuan yang dapat mengisi pikiran Anda setiap saat, maka Anda akan cenderung mengikuti pilihan dan tindakan orang lain tanpa Anda sadari. Anda akan cenderung pergi ke semua arah tanpa tujuan. Anda akan menghabiskan hidup Anda, hari demi hari, tanpa arti yang dalam. Dan dimana anda 10 tahun dari saat ini bukanlah direncanakan oleh Anda sendiri, tapi rencana orang lain yang diberikan untuk diri Anda.

diambil dan diterjemahkan dari sini
========================================================================================

Setelah membaca artikel ini, saya semakin yakin bahwa langkah menuju sukses sangat dipengaruhi oleh 3 hal ini. Kepada siapa diri kita berkumpul, Apa yang kita baca, dan Mimpi yang kita pilih.

Untuk pilihan pertama, mungkin bukan berarti kita harus membatasi pergaulan. Karena adakalanya kita harus mengajak orang-orang dengan pikiran negatif agar bisa menjadi positif. Tapi hal ini tidak bisa kita lakukan jika pikiran kita masih belum kuat. Mungkin kita harus mendekati orang-orang yang penuh rasa optimis dalam menjalani hidup. Seperti kata sebuah peribahasa, "Barang siapa berteman dengan tukang daging maka dirinya akan berbau daging, tapi barang siapa berteman dengan penjual minyak wangi maka pasti akan berbau wangi juga"

Untuk pilihan kedua, saya teringat sebuah kalimat "Barangsiapa ingin mengetahui seseorang maka lihatlah rak bukunya" atau dalam konteks saat ini, folder ebook di hard disk atau bookmarknya di del.icio.us. Mungkin sudah saatnya Anda mereview kembali buku-buku Anda, website-website yang Anda kunjungi atau informasi-informasi yang Anda masukkan kedalam otak Anda.

Dalam pilihan ketiga, saya merasakan bahwa menetapkan mimpi merupakan hal yang perlu di review setiap hari. Perlu diingatkan kembali dan banyak "ngobrol" sama diri sendiri. Karena dari mimpilah arah hidup kita ditentukan.


Ganbarimasyou!!!



www.cs.dartmouth.edu/~rockmore/MathLifePolys.jpg



diambil dari forum kaskus:

Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini.

Sebagai seorang "fresh graduate", saya tak mungkin mengharapkan penghasilan tinggi dalam waktu sekejap. Terlebih karena saya memegang prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati. Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu "memuaskan" idealisme saya.

Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya.

Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan untuk mengirim adik ke bangku kuliah. Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? Wah, ya dari berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin.

Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus hidup.

Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman. Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis. Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung. Aneh bukan?

Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan.

Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?

Ah, saya cuma bercanda kok.

Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia, Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi: MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA.

Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian:


X = Y

di mana:
X = pemberian Tuhan
Y = kebutuhan

Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta pun, Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.

Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang "sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan saya?

Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.


Ganbarimasyou!!!



Apakah anda mempunyai mimpi dalam hidup anda? Sesuatu yang sangat ingin anda raih? Jika jawabannya ya, berapakah harga mimpi anda? Katakanlah ada seseorang datang dan menawarkan uang untuk membeli mimpi anda, tetapi anda diharuskan mencari mimpi lain, berapakah nilai uang itu?

Cerita berikut ini, mengajarkan kepada kita bahwa jika kita mempunyai mimpi yang tidak terbeli dengan harga berapapun. Dan mempunyai komitmen untuk mencapainya apapun rintangan yang menghadang, maka mimpi tersebut pasti akan menjadi milik kita.

Alkisah ada seorang yang bermimpi menjadi aktor besar. Hambatan fisik dan kemiskinan adalah masalah terbesarnya. Karena sesuatu hal, bagian kanan dari wajahnya tidak bisa digerakkan. Hal ini membuat dirinya menanggung cacat seumur hidup tidak bisa berbicara dengan sempurna. Apapun yang dia ucapkan dengan sungguh-sungguh lebih terdengar seperti ucapan orang mabuk, yang kurang begitu jelas. Juga ujung bibir yang satu lebih rendah dari yang lain. Diperparah dengan mata yg kelihatan mengantuk sehingga sejak kecil dia dijuluki "bertampang bodoh" oleh teman-teman sekolahnya.

Diapun masuk kedalam sekolah aktor, namun setelah lulus kondisi fisik seperti itu menyebabkan dia selama bertahun-tahun hanya mendapatkan peran-peran kecil. Bahkan seringkali audisi yang dia ikuti hanya mendapatkan hasil yang sia-sia.

Hidup dalam kemiskinan, istrinya berkata bahwa seharusnya dia mencari pekerjaan yang "sesungguhnya" dan berhenti memimpikan hal yang tidak mungkin. Dia menjawab "jika aku mencari pekerjaan lain, aku akan kehilangan satu-satunya hal yang selalu bersamaku selama ini...rasa lapar" "Dengan berhenti (mengejar mimpi) dan mencari pekerjaan lain, aku akan melepaskan mimpiku"

Pada titik terendah dia harus menjual anjing kesayangannya seharga 50 dolar. Dia bercerita bahwa itu adalah saat tersedih dalam hidupnya.

Suatu ketika dia melihat sebuah pertandingan tinju antara Juara dunia kelas Berat Mohammad Ali dan petinju yang tidak diunggulkan bernama Chuck Wepner. Semua orang mengira bahwa Ali akan merobohkan Wepner dalam 3 ronde. Dari awal pertarungan terlihat bahwa mereka berada pada level yang sangat berbeda, namun Wepner mengejutkan semua orang karena mampu bertahan lebih dari 3 ronde. Bahkan di ronde ke 9 dia memasukkan pukulan yang membuat Ali sempat terjatuh. Ali yang bangkit dan marah kemudian menyerang Wepner habis-habisan. Wepner menolak untuk berhenti dan melayani serangan Ali walau hidungnya patah dan pelipisnya bocor. Walaupun Wepner dijatuhkan KO oleh Ali 19 detik sebelum ronde ke 15 berbunyi, namun dia telah jauh melampaui perkiraan orang lain.

Aktor muda yang menonton pertandingan ini sangat terinspirasi kemudian membuat naskah film selama 3 hari. Dia sangat yakin bahwa naskah tersebut akan menjadi film yang sangat sukses.

Namun ternyata tidak ada yang tertarik terhadap naskah yang dia buat. Para produser yang dia temui berkata bahwa ceritanya terlalu gampang ditebak, dan tidak ada yang akan tertarik menonton film tentang tinju.

Tidak putus asa dia terus mencari, sampai akhirnya menemukan sebuah perusahaan yang tertarik dan menawar naskahnya seharga USD 75.000 sekaligus hak untuk menjadikannya film. Aktor muda ini seharusnya amat senang karena jumlah uang yang amat banyak itu. Tapi impiannya adalah menjadi seorang Aktor dan bukan penulis naskah. Maka dia berkata bahwa dia akan menjual naskah itu dengan syarat dia menjadi bintang utamanya.

Perusahaan film itu berkata, "Kamu seorang penulis, bukan aktor! Tidak mungkin kami mengizinkan kamu berakting!" Tapi aktor muda itu teguh dan menolak menjual naskah itu jika dia bukan aktor utamanya. Perusahaan film menaikkan harga sampai USD 255.000 sampai tawaran terakhir adalah USD 1.000.000. Tentu saja ditahun 1975 uang itu bernilai sangat besar, tapi Aktor muda itu tetap tidak bergeming untuk menjual mimpinya.

Akhirnya Perusahaan Film itu menyerah, dan menyetujui nya dengan syarat film itu akan diproduksi dengan biaya minim (kurang dari satu juta dollar) dan dia hanya dibayar $35.000 untuk naskah sekaligus berakting. Perusahaan itu tidak mau berinvestasi besar dalam film yang dibintangi oleh aktor biasa.

Hal pertama yang dia kerjakan setelah menerima pembayaran adalah mencari anjing nya. Dia akan membeli kembali anjingnya seharga 2 kali lipat. Orang itu menolak, bahkan ketika tawaran naik sampai US$1000, orang itu berkata bahwa dia tidak akan menjual kembali anjing itu dengan harga berapapun.

Jika kebanyakan orang menyerah untuk membayar mahal untuk seekor anjing, aktor muda ini tidak. Dia menawar kembali anjing kesayangannya seharga US$15.000, yang akhirnya disetujui oleh orang itu dengan keuntungan tambahan bahwa orang itu akan mendapat sebuah peran di film nya.

Ketika film itu diluncurkan, penghasilan kotor yang didapatkan lebih dari US$ 171.000.000. Tidak hanya menjadi box office, bahkan dinominasikan untuk 10 kriteria Academy Awards. Memenangkan Oscar untuk Best Picture dan Best Director. Aktor muda ini pun mendapatkan ketenaran, dan kekayaan. Berbagai tawaran pun bermunculan.

Film Box Office itu berjudul Rocky. Dan aktor itu adalah Sylvester Stallone.

Film Rocky sangat terkenal dan menjadikan Philadelphia sebagai tujuan turis internasional. Tangga Rocky adalah salah satu tempat yang sangat populer disana. Dalam salah satu adegan film Rocky, dia berlari menaiki tangga rocky dan sesampainya diatas mengacungkan tangan lambang kemenangan. Ketika melewati tangga rocky, banyak pengendara sepeda di philadelphia mengakhiri track di depan tangga rocky, kemudian memanggul sepeda menaiki tangga tersebut dan setelah sampai di atas mengangkat sepeda mereka diatas kepala.

Sylvester Stallone sendiri sangat berpengaruh terhadap budaya pop yang berhubungan dengan dua ikon internasional. Rocky dan Rambo.


Jadi kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini, berapakah harga mimpi anda ?

========================================================================

diambil dan disarikan dari:



Ganbarimasyou!!!

Mereka mengambil apa yang seharusnya menjadi penglihatanku
(Namun aku bisa mengingat damainya surga)


Mereka mengambil apa yang seharusnya menjadi pendengaranku
(Namun Beethoven telah datang dan menghapus air mataku)


Mereka mengambil apa yang seharusnya menjadi lidahku
(namun aku telah berbicara dengan Tuhan ketika aku masih muda)


Tapi Tuhan tidak membiarkan mereka mengambil jiwaku
(aku masih memiliki seutuhnya)


-Helen Keller




Hellen Adam Keller lahir sebagai anak yang sehat di Tuscumbia,Alabama, Amerika serikat pada 27 Juni 1880 disuatu tempat yang dikenal dengan nama “Ivy Green”. Dari ayahnya, ia merupakan keturunan Alexander Spottswood seorang gubernur colonial dari Virginia yang juga memiliki hubungan dengan keluarg-keluarga pahlawan Utara Amerika. Dari ibunya, ia memiliki hubungan darah dengan keluarga-keluarga new England termasuk Hales, Everetts dan Adamses. Ayahnya bernama Kapten Arthur Keller, seorang editor surat kabar North Alabamian. Kapten Arthur Keller juga memiliki ketertarikan yang kuat kepada kehidupan public dan merupakan orang yang berpengaruh dilingkungannya. Pada tahun 1885 dibawah administrasi Cleveland, ia diangkat menjadi Marshal untuk Alabama Utara.

Penyakit yang menimpa Helen keller pada saat berumur 19 bulan membuat ia menderita tuli dan buta sebelum ia mengetahui cara membaca dan menulis. Pada saat itu ia diduga mengidap demam otak dan mungkin saja sekarang lebih tepatnya dikenal dengan nama demam scarlet. Karena penyakitnya sejalan bersama pertumbuhannya, ia menjadi anak yang liar dan tidak patuh serta tidak mengenal dengan jelas dunia yang ada disekelilingnya.

Kehidupan Helen keller yang baru dimulai pada Maret 1887 ketika ia berumur kurang lebih 7 tahun. Hari itu merupakan hari yang paling penting yang selalu ia ingat dalam hidupnya, ia kedatangan seorang perempuan Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia yang menjadi gurunya. Nona Sulivan, merupakan perempuan berumur 20-an lulusan Sekolah khusus orang buta bernama Perkin School. Ia merupakan orang yang mendapatkan penglihatannya kembali melalui serangkaian operasi. Ia datang atas unjuran simpatik Alexander Graham Bell yang merupakan kenalan keluarga Anne. Semenjak hari itu, edua orang tersebut, menjadi guru-murid yang tak terpisahkan hingga kematiannya pada awal 1936.

Nona Sullivan memulai tugasnya untuk mengubah anak yang tidak terkontrol menjadi sosok yang sukses dengan memberikan boneka yang merupakan buatan anak-anak dari sekolah Perkin (sekolah khusus orang cacat yang kemudian dibuat khusus untuk Helen). Dengan mengejakan d-o-l-l (boneka) melalui tangan , ia berharap dapat menghubungkan objek dengan huruf. Helen ternyata belajar dengan cepat dengan metode yang tepat pula, namun ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengucapkan kata-kata. Selama beberapa hari, ia banyak belajar mengeja kata-kata baru namun dengan cara yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.

Suatu hari ia dan “guru”-panggilan Helen untuk Sullivan- pergi ke tempat sumur pompa terbuka. Nona Sullivan mulai memompakan air dan menaruh tangan Helen dibawah keran air tersebut. Begitu air menyentuh tangan Helen, ia mencoba untuk mengeja secara perlahan kata ‘w-a-t-e-r (air) melalui tangan helen yang satunya kemudian semakin cepat. Tiba-tiba, sinyal itu dapat dimengerti oleh pikiran Helen. Ia akhirnya tahu bahwa water (air) adalah zat dingin luar biasa yang mengalir ditangannya. Setelah ia mengerti, ia berhenti dan menyentuh tanah dan menanyakan ejaan untuknya. Pada saat malam tiba, ia sudah mempelajari 30 kata-kata baru.

Sewaktu ia mengecap pendidikan, ia belajar menguasai alphabet dengan cepat, baik manual maupun huruf timbul khusus bagi orang buta serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Di tahun 1890, ketika umurnya masih 10 tahun, ia mencoba untuk belajar berbicara. Entah bagaimana ia mengetahui bahwa seorang gadis buta tuli di Norway sudah dapat berbicara dengan baik. Nona Sarah Fuller di Horace Mann School merupakan orang pertama yang menjadi guru vokal untuknya.

Sejak ia masih kecil, ia selalu berkata suatu hari saya akan masuk perguruan tinggi dan akhirnya ia membuktikannya. Pada tahun 1898, ia berhasil masuk ke Cambrige school for young ladies sebelum akhirnya ia masuk ke Radcliffe College pada musin gugur 1900 dan menamatkan sekolahnya pada tahun 1904 dengan prestasi Cumlaude. Selama tahun-tahun berikutnya sampai ia meninggal di tahun 1936, Anne Sullivan selalu berada disampingnya, terus menerus mengeja buku demi buku, ceramah demi ceramah melalui tangan Helen.

Pendidikan formalnya berakhir sewaktu ia menerima gelar Sarjana Muda, namun selama hidupnya ia selalu belajar secara informal hal-hal yang penting bagi masyarakat moderen. Dengan pengetahuannya yang luas serta banyaknya pencapaian dibidang pendidikan, ia dianugerahkan gelar doktor kehormatan dari temple university dan harvard university seta dari universitas Glasgow di Skotlandia; Berlin, Jerman; Delhi, India; dan Witwatersran di Johannesburg Afrika Selatan. Ia juga merupakan peserta kehormatan untuk education institute di Scotland.

Pada tahun 1905, Anne Sullivan menikah dengan John Macy,seorang kritikus dan sosialis terkemuka. Pernikahan tersebut tidak merubah hubungan guru dan murid tersebut. Helen akhirnya tinggal bersama Anne dan suaminya. Keduanya terus memberikan waktu untuk pendidikan dan aktifitas Helen. Selama masih berstatus murid di Radcliffe, Helen memulai karir menulis yang kemudian ditekuninya selama hampir 50 tahun. Pada tahun 1903, The story of My Llife (kisah hidupku) muncul dalam bentuk cerita bersambung di Ladies Home Journal dan kemudian muncul dalam bentuk buku. Merupakan karya yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Marathi, Pusthu, Tagalog dan Vedu. Juga dibuat dalam bentuk edisi buku tipis di Amerika Serikat. Publikasinya yang lain adalah : Optimis; An Essay; The World I Live In; The song of the stone wall; Out of the Dark; My Religion; Midstream- my later life; Peace at eventide; Helen Keller in Scotland; Helen Keller Journal; Let us have faith; Teacher, Anne Sullivan Macy dan the open door.

========================================================================================

Setelah membaca cerita ini timbul pertanyaan dalam diri saya, apakah yang menghalangi keinginan saya untuk belajar suatu ilmu/keterampilan yang ingin saya miliki ?

ketiadaan buku ?

ketiadaan waktu ?

Anak kecil ini memiliki halangan yang lebih besar... ketiadaan penglihatan, ketiadaan kemampuan mendengar, juga tidak tahu caranya berbicara dan bertanya,
toh tidak menghalangi semangatnya untuk maju...

maka kitapun, yang diberi karunia yg lebih banyak, harus terus bersemangat untuk maju...

Diambil dan disarikan dari sini


Ganbarimasyou!!!




Oleh: Gede Prama
Kompas, Sabtu, 18 Oktober 2008

Ia yang pernah hidup di Barat tahu kalau berbicara itu amat penting. Dibandingkan kehidupan di Timur, lebih banyak hal di Barat yang diekspresikan dengan kata-kata.

Fight, argue, dan complain, itulah ciri-ciri manusia yang disebut ”hidup” di Barat. Tanpa perlawanan, tanpa adu argumentasi, orang dianggap ”tidak hidup” di Barat. Intinya, melawan itu kuat, diam itu lemah, melawan itu cerdas, dan pasrah itu tolol.

Dengan latar belakang berbeda, pola hidup ala Barat ini menyebar cepat melalui televisi, internet, radio, media, dan lainnya. Dengan bungkus seksi demokrasi, hak asasi manusia, semua dibawa ke Timur sehingga dalam banyak keadaan (angka bunuh diri naik di Jepang, Thailand mengalami guncangan politik, Pakistan ditandai pembunuhan politik), banyak manusia di Timur mengalami kebingungan roh Timur dengan baju Barat.

Perhatikan kehidupan desa sebagai barometer. Tanpa banyak berdebat siapa yang akan menjadi presiden, ke mana arah masa depan, partai apa yang akan menang. Di desa yang banyak burungnya, tetapi manusianya banyak menonton televisi (sebagai catatan, realita di desa amat sederhana, tontonan di televisi amat menggoda), tema hidup setiap pagi adalah ”burung menyanyi, manusia mencaci”.

Berhenti melawan

Bayangkan seseorang yang tidak bisa berenang lalu tercemplung ke sungai yang dalam. Pertama-tama ia melawan. Setelah itu tubuhnya tenggelam. Karena tidak bisa bernapas, meninggallah ia. Anehnya, setelah meninggal tubuhnya mengapung di permukaan air. Dan alasan utama mengapa tubuh manusia meninggal kemudian mengapung karena ia berhenti melawan.

Ini memberi inspirasi, mengapa banyak manusia tenggelam (baca: stres, depresi, banyak penyakit, konflik, perang) karena terus melawan. Yang menjadi guru mau jadi kepala sekolah. Orang biasa mau jadi presiden. Pegawai mau cepat kaya seperti pengusaha. Intinya, menolak kehidupan hari ini agar diganti kehidupan yang lebih ideal kemudian. Tidak ada yang melarang seseorang jadi presiden atau pengusaha, hanya alam mengajarkan, semua ada sifat alaminya Seperti burung sifat alaminya terbang, serigala berlari, dan ikan berenang.

Suatu hari konon binatang iri dengan manusia karena memiliki sekolah. Tak mau kalah, lalu didirikan sekolah berenang dengan gurunya ikan, sekolah terbang gurunya burung, sekolah berlari gurunya serigala. Setelah mencoba bertahun-tahun semua binatang kelelahan. Di puncak kelelahan, baru sadar kalau masing-masing memiliki sifat alami. Dalam bahasa tetua di Jawa, puncak pencaharian bertemu saat seseorang mulai tahu diri.

Meditasi tanpa perlawanan

Nyaris semua manusia begitu berhadapan dengan persoalan, penderitaan langsung bereaksi mau menyingkirkannya. Bosan lalu cari makan. Jenuh kemudian cari hiburan. Sakit lalu buru-buru mau melenyapkannya dengan obat. Inilah bentuk nyata dari hidup yang melawan sehingga berlaku rumus sejumlah psikolog what you resist persist. Apa saja yang dilawan akan bertahan. Ini yang menerangkan mengapa sejumlah kehidupan tidak pernah keluar dari terowongan kegelapan karena terus melawan.

Berbeda dengan hidup kebanyakan orang yang penuh perlawanan, di jalan meditasi manusia diajari agar tidak melawan. Mengenali tanpa mengadili. Melihat tanpa mengotak-ngotakkan. Mendengar tanpa menghakimi. Bosan, sakit, sehat, senang, dan sedih semua dicoba dikenali tanpa diadili. Ia yang rajin berlatih mengenali tanpa mengadili, suatu hari akan mengerti.

Dalam bahasa Inggris, mengerti berarti understanding, bila dibalik menjadi standing under. Seperti kaki meja, kendati berat menahan, ia akan berdiri tegak menahan meja. Demikian juga dengan meditator. Persoalan tidak buru-buru dienyahkan, penderitaan tidak cepat disebut sebagai hukuman, tetapi dengan tekun ditahan, dikenali, dan dipelajari. Setelah itu terbuka rahasianya, ternyata keakuan adalah akar semua penderitaan. Semakin besar keakuan semakin besar penderitaan, semakin kecil keakuan semakin kecil persoalan. Keakuan ini yang suka melawan.

Indahnya, sebagaimana dialami banyak meditation master, saat permasalahan, penderitaan sering dimengerti dalam-dalam sampai ke akar-akarnya, diterangi dengan cahaya kesadaran melalui praktik meditasi, ia lalu lenyap. Ini mungkin penyebab mengapa Charlotte JokoBeck dalam Nothing Special menulis, ”Sitting is not about being blissful or happy. It’s about finally seeing that there is no real difference between listening to a dove and listening to somebody criticizing us”. Inilah berkah spiritual meditasi. Tidak ada perbedaan antara mendengar merpati bernyanyi dan mendengar orang mencaci. Keduanya hanya didengar. Yang bagus tak menimbulkan kesombongan. Yang jelek tak menjadi bahan kemarahan. Pujian berhenti menjadi hulunya kecongkakan. Makian berhenti menjadi ibunya permusuhan.

Saat melihat hanya melihat. Ketika mendengar hanya mendengar. Perasaan suka-tidak suka berhenti menyabotase kejernihan dan kedamaian. Meminjam lirik lagu Bob Marley dalam Three little birds: don’t worry about the things, every single thing would be allright. Tidak usah khawatir, semua sudah, sedang, dan akan berjalan baik. Burung tak sekolah, tak mengenal kecerdasan, tetapi terhidupi rapi oleh alam, apalagi manusia. Inilah meditasi tanpa perlawanan. Paham melalui praktik (bukan dengan intelek) jika keakuan akar kesengsaraan. Begitu kegelapan keakuan diterangi kesadaran, ia lenyap. Tidak ada yang perlu dilawan.

Seorang guru yang telah sampai di sini berbisik: the opposite of injustice is not justice, but compassion. Selama ketidakadilan bertempur dengan keadilan, selama itu juga kehidupan mengalami keruntuhan. Hanya saling mengasihi yang bisa mengakhiri keruntuhan. Sejumlah sahabat di Barat yang sudah membadankan kesempurnaan meditasi seperti ini kerap menyebut ini dengan Nur dari Timur. Cahaya penerang dari Timur di tengah pekatnya kegelapan kemarahan, kebencian, ketidakpuasan, dan kebodohan. Seperti listrik bercahaya karena memadukan positif-negatif, meditasi hanya perpaduan kesadaran-kelembutan, membuat batin bisa menerangi diri sendiri.


Terowongan gelap tidak berujung, mungkin itu metafora kehidupan zaman ini. Kekayaan kehidupan anak-anak biasanya harapannya akan masa depan. Dan, saat tua tidak sedikit yang membanggakan masa lalu.

Keadaannya mirip kucing yang mengejar bayangannya sendiri. Pada pagi hari (masa muda) bayangannya ada di barat dikejar dan tidak ketemu. Pada sore hari (umur tua) bayangannya ada di timur, lagi-lagi dikejar juga tidak ketemu. Sadar bahaya ini, ada yang memotong lingkaran kegelapan dengan meyakini kehidupan berawal pada masa sekarang dan berakhir pada masa sekarang.

Masa lalu telah berlalu, masa depan belum datang. Namun, melalui tindakan pada masa kini, keduanya bisa dibuat kian terang atau gelap. Sebutlah Ibu yang sudah meninggal, tetapi belum sempat dibahagiakan. Masa lalu membuat kehidupan kian suram jika masa kini diisi penyesalan, rasa bersalah, tidak bisa memaafkan diri sendiri. Sebaliknya ini bisa menjadi awal terang jika pengalaman tidak mengenakkan ini dijadikan titik awal untuk banyak membahagiakan orang.

Di Tibet, makhluk hidup diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi mother being. Terutama karena diyakini jika semua makhluk pernah menjadi Ibu kita pada masa lalu. Dengan demikian, bila rajin membahagiakan orang atau makhluk lain, kita juga sudah membahagiakan ibu. Selain itu, membahagiakan orang adalah salah satu persiapan terbaik menyongsong masa depan. Inilah transformasi spiritual, rasa bersalah akan masa lalu dan takut akan masa depan, diolah sekaligus dinikmati hari ini.

Guru sebagai cahaya

Inilah tanda-tanda manusia yang mulai terbimbing. Dalam setiap kejadian (menyenangkan maupun menjengkelkan) ada cahaya bimbingan. Di Timur, ia disebut munculnya guru simbolik. Tidak ada kebetulan, semua hanya bimbingan. Cuma, sebagian bisa dimengerti kini, sebagian dimengerti nanti.

Sayang, amat sedikit manusia yang lahir di zaman ini memiliki berkah spiritual berjumpa guru. Untuk itu, bagi orang-orang mengagumkan, seperti Jalalludin Rumi, perjumpaan dengan guru adalah berkah spiritual yang amat disyukuri. Segelintir sahabat yang berjumpa guru menyebutkan, hanya dengan mendengar namanya sebagian ketakutan akan neraka langsung sirna.

Karena itu, tidak sedikit pencari yang menghabiskan waktu, tenaga, dan dana untuk mencari guru. Idealnya, pencarian dimulai dengan berjumpa guru hidup. Lalu perintah-perintah guru hidup ini diperkaya guru dalam bentuk buku suci. Ia yang sudah memadukan guru hidup dengan buku suci lalu berjumpa guru simbolik dalam keseharian. Puncaknya tercapai saat ketiga guru ini menjelma menjadi guru dalam diri. Orang jenis ini seperti membawa lentera ke mana-mana. Tidak ada lagi kegelapan yang tersisa.

Kematian

Bagi mereka yang belum diberkahi perjumpaan dengan guru hidup, disarankan menjaga diri dengan etika. Praktik serius etika ini mungkin membimbing seseorang menjumpai guru simbolik. Di antara banyak guru simbolik, kematian adalah guru simbolik paling agung.

Perhatikan pendapat Dzogchen Ponlop dalam Mind beyond death: ”in order to die well, one must live well”. Agar matinya indah, belajarlah hidup secara indah (baca: hidup penuh cinta).

Maka, tidak sedikit guru meditasi yang menggunakan kematian sebagai sumber air perenungan yang tidak habis-habis. Pertama-tama meditator membayangkan tubuhnya mati. Badan kaku, membiru, orang-orang dekat menangis dan seterusnya.

Diterangi cahaya keikhlasan, kematian terlihat sebagai kembalinya unsur badan ke rumah aslinya. Unsur tanah kembali ke tanah, unsur air kembali ke air, unsur api kembali ke api, unsur udara kembali ke udara, unsur ruang kembali ke ruang. Dalam bahasa tetua Bali, kematian disebut mulih ke desa wayah (pulang ke rumah sesungguhnya).

Ia yang merenungkan kematian menjadi lebih tenang, santun, baik, dan rendah hati. Bukankah ketenangan dan kebajikan adalah teman paling berguna dalam kematian? Selain itu, kematian juga berubah wajah menjadi guru simbolik yang membimbing menapaki tangga kemuliaan. Mungkin ini sebabnya Santo Paulus mengemukakan l die every day.

Bila boleh jujur, tiap hari kita mengalami kematian. Seusai sarapan, kita berpisah dengan rasa enak (matinya rasa enak di mulut). Berangkat ke kantor, manusia berpisah dengan rasa nyaman di rumah (matinya rasa nyaman tinggal di rumah). Mengakhiri meditasi, meditator berpisah dengan keindahan konsentrasi (matinya kedamaian meditasi). Dalam wajahnya yang mendasar, kematian menakutkan karena ada perpisahan. Bila terbiasa dengan perpisahan sehari-hari, perpisahan melalui kematian akan menjadi suatu yang biasa.

Meminjam ajaran Tibetan book of the dead, wajah kematian terindah bertemu saat semua tahapan antara kematian dan kehidupan berikutnya (bardo) terlewati secara tenang-seimbang. Maka, disarankan untuk memperlakukan semua kejadian dalam hidup (dipuji-dicaci, sukses-gagal, meditasi sampai mimpi) sebagai bardo. Tidak ada apa- apa, yang menyenangkan maupun menakutkan hanya pancaran kesadaran murni. Sebagaimana dinyanyikan berulang-ulang oleh pertapa Milarepa: ”death is not a death for a yogi; it is a little enlightenment”. Dalam kehidupan pertapa, kematian muncul tanpa ditemani ketakutan, ia hanya sebuah pengalaman kecil pencerahan.

Inilah ujung terowongan kegelapan. Lalu muncul cahaya bimbingan. Kegagalan, ketakutan, bahkan kematian pun memancarkan sinar terang pengertian. Karena ketakutan akan kematian adalah ibu semua ketakutan, maka begitu ia lenyap, ketakutan lain pun sirna. Sebagai hasilnya, batin menjadi bersih dan jernih sempurna. Cirinya cara memandang, niat, kata-kata, perbuatan, sumber penghasilan, daya upaya, perhatian dan konsentrasi semua menjadi serba bijaksana. Kehidupan lalu berubah wajah menjadi lukisan indah kebijaksanaan. Gambarnya cinta, bingkainya keikhlasan.

Di Ubud Bali ada wanita bule yang tidak lagi muda tekun memelihara anjing-anjing liar tak bertuan. Kendati pengertiannya akan cinta tidak mendalam, dengan tekun ia melakukannya dalam waktu lama. Pengertian yang disertai keraguan kadang menjadi penghalang keikhlasan. Kehidupan wanita bule ini sedang menggoreskan tinta keindahan: cinta dan keikhlasan melukis kebijaksanaan.

Gede Prama Bekerja di Jakarta, tinggal di Desa Tajun Bali Utara


Problematic society, itu sebutan sahabat yang memenuhi kepalanya dengan kejengkelan tentang Indonesia.

Lebih-lebih menjelang Pemilu 2009, di mana ruang publik dibikin riuh oleh banyak sekali iklan politik. Ada yang menyebutnya sebagai sampah virtual. Jujur harus diakui, setiap orang punya cara bertumbuh. Hanya ego yang buru-buru menyebutnya buruk.

Pepohonan bertumbuh secara tenang, tulus, ikhlas. Sedangkan anjing kampung berkelahi baik saat ada makanan maupun saat tidak ada makanan. Yang satu lembut, sejuk, teduh, apa pun godaannya, yang lain keras ganas di segala cuaca. Namun, keduanya sedang bertumbuh.

”The gift of listening”

Kerangka baik-buruk, suci-kotor, sukses-gagal, tinggi-rendah dan dualitas lainnya adalah cara pikiran manusia membuka pintu pengertian. Sayang, begitu pintunya terbuka, dualitasnya tidak ditinggalkan di belakang, bahkan digendong ke mana-mana. Ini serupa dengan cerita tentang seseorang yang hampir mati kelaparan di seberang sungai, kemudian diselamatkan oleh sebuah perahu.

Demikian tingginya utang budi dan kemelekatan orang ini pada perahu, kemudian ia menggendongnya ke mana-mana. Belakangan, orang ini mati karena kelelahan menggendong perahu.

Dalam wajah yang berbeda, mereka yang menggunakan pengetahuan, pengalamannya, tradisinya, dan agamanya untuk menghakimi dan menyakiti orang, sejujurnya bernasib serupa dengan penggendong perahu itu: berjalan kelelahan menggendong perahu keyakinan.

Untuk itulah, orang-orang bijaksana selalu menyediakan diri untuk belajar dan mendengar. Dengan belajar, manusia berhenti menjadi kura-kura yang menganggap rumah kecilnya adalah satu-satunya rumah yang layak huni. Dengan mendengar, manusia menyatu bersama samudra pengertian yang mahaluas.

Bila ada sesuatu yang terlihat aneh dan susah untuk dimengerti, kemungkinan terlalu tinggi atau terlalu rendah dibandingkan tingkat kemampuan pemahaman sekarang.

Mungkin itu sebabnya, kepala manusia memberikan pertanda bahwa telinga, mata, lubang hidung semuanya serba dua, tetapi mulut hanya ada satu.

Dengan kata lain, pemahaman lebih mungkin terbuka bila lebih banyak mendengar, melihat, dan merasakan segarnya kehidupan, sekaligus lebih sedikit berbicara.

Bagi yang sudah menyentuh batas-batas rasionalitas dan mengerti jika pengetahuan bisa menjadi penghalang pemahaman, akan tersenyum sambil berbisik: ternyata bisa mendengar adalah sebuah berkah!

Seorang guru di Perancis menulis: to say you don’t know is the beginning of knowing. Menyadari diri tidak tahu adalah awal pengetahuan sekaligus keagungan.

”The gift of understanding”

Dengan modal mendengar dan belajar inilah, para bijaksana menelusuri sisi-sisi kehidupan. Sesuatu yang awalnya terlihat baik, belakangan menjadi buruk. Hal lain yang semula terlihat suci menjadi sumber belenggu yang menakutkan kemudian.

Ujung-ujungnya satu, tidak ada yang kekal. Semua seperti air sungai: mengalir dan mengalir. Sehingga tidak saja sungai yang baru setiap detiknya (karena airnya berganti terus), pengertian juga senantiasa baru dan segar. Maka, di Timur tidak sedikit manusia yang terbebaskan dan tercerahkan hanya dengan memahami dalam-dalam makna ketidakkekalan.

Pengetahuan, filsafat, agama (terutama yang sangat mencengkeram sehingga membuat orang jadi fanatik) ibarat batu besar di sungai, mandek tidak bergerak. Kesediaan untuk belajar dan mendengar ibarat air mengalir di sungai, pada waktunya ia akan sampai di samudra.

Bila boleh berterus terang, kehidupan menyimpan tidak sedikit tokoh yang sudah menemukan indahnya belajar dan mendengar.

Ahmad Syafii Ma’arif (mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah) mengakhiri renungannya tentang hari raya Idul Fitri tahun 2008 dengan mengutip pendapat Mahatma Gandhi yang beragama Hindu. Yudi Latief (salah satu murid almarhum Nurcholis Madjid) menutup refleksinya tentang hari raya Idul Fitri pada tahun 2008 dengan meminjam argumen pendeta Buddha Thich Nhat Hanh. Seorang pastor Katolik yang memimpin gereja di Puja Mandala Bali menghabiskan waktu tahunan di Mesir belajar filsafat Islam. Dari penuturannya mengalir wajah-wajah Islam yang indah.

HH Dalai Lama berkali-kali mengemukakan tidak tertarik untuk mengubah keyakinan orang menjadi pengikut Buddha. Satu-satunya ketertarikannya adalah bagaimana membangun hubungan harmonis di antara sesama manusia. Itu sebabnya banyak pihak menyebut beliau memiliki universal appeal.

Inilah ciri-ciri manusia yang di dalamnya kaya karena belajar dan mendengar. Tatkala ada pengertian yang berbeda (mengenai filsafat, agama, ideologi, tradisi) tidak buru-buru diberi judul salah. Mereka mulai dengan mendengar, kemudian belajar. Kesediaan untuk mengerti itu sebuah berkah (the gift of understanding), karena melalui pengertian terbuka pintu-pintu persahabatan, persaudaraan yang menjadi modal kebahagiaan kemudian.

Tahan guncangan

Ia yang sampai di puncak pemahaman akan berbisik, ”The best theologian is the one who never speaks about God”. Berbicara menunjukkan seseorang masih dua (subyek-obyek, Tuhan-manusia). Dalam pemahaman yang dibimbing persahabatan ini, ada yang menyebutkan bahwa yang dua sudah menjadi satu. Ada yang hanya senyum-senyum lembut tanpa suara. Raut mukanya memberi tanda tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

Dari sini muncul pertanyaan, bila demikian bingkai pengertiannya, lantas apa pedoman bertindak? Seorang guru yang amat menyentuh memberi pedoman sederhana. Membantu meringankan beban penderitaan para makhluk adalah yang paling baik. Bila tidak bisa, cukup jangan menyakiti. Inilah prinsip survival of the kindest. Kehidupan menjadi tahan guncangan karena kebajikan.

Semua kehidupan dimulai dengan kebaikan pihak lain. Tatkala lahir kita berutang pada kebaikan orangtua dan lain-lain. Nanti ketika meninggal lagi-lagi harus bergantung pada kebaikan orang lain. Kita didoakan, dibikinkan upacara oleh orang lain.

Dan, bila di antara kelahiran dan kematian lupa mengisinya dengan kebaikan, itu berarti gagal membayar utang kebaikan. Maka, ada yang menulis: compassion is the best protection. Welas asihlah penjaga kehidupan yang sesungguhnya. Tidak saja menjaga sekarang, tetapi juga menjaga sampai setelah kematian.

Perhatikan kehidupan Mohammad Yunus, Nelson Mandela, dan Dalai Lama yang tanpa senjata, tanpa agen rahasia, tetapi bercahaya ke mana-mana.

Boleh saja ada orang hidup penuh penghakiman (baik untuk diri, buruk untuk orang), di jalan kebajikan semuanya menghadirkan pelajaran.

Sebagai hasilnya, tidak saja orang baik terlihat indah. Iklan- iklan politik juga indah. Semuanya sedang bertumbuh, semuanya hanya cara guru membimbing.

Gede Prama Bekerja di Jakarta, Tinggal di Bali Utara
Kompas, 31 Januari 2009


Jika Anda memasukkan sekumpulan belalang kecil kedalam toples yang ditutup plastik, belalang-belalang itu akan melompat-lompat keatas dan menabrak tutupnya berulang-ulang.
Setelah didiamkan beberapa lama, belalang-belalang itu akan terus melompat, tapi tidak setinggi sebelumnya. belalang itu mulai melompat agar tidak menabrak tutup plastik toples tersebut.

Jika hal itu telah terjadi sekalipun kita membuka tutup plastik toples, tidak akan ada belalang yang melompat keluar.

Belalang itu tidak melompat keluar bukan karena tidak sanggup, tapi karena mereka terkondisikan untuk melompat hanya setinggi itu.

Manusia mengalami hal yang sama. Kita memulai kehidupan ini dengan menulis buku, mendaki gunung, memecahkan rekor atau menyumbangkan sesuatu. Pada awalnya, mimpi dan ambisi itu tak ada batasnya. Tetapi sepanjang kehidupan yang kita lewati, kepala kita menabrak "tutup toples" dan kaki kita tersandung beberapa kali. Kondisi ini diperkuat dengan komentar-komentar negatif yang kita serap pada lingkungan. Yang membuat kita mengondisikan diri sendiri untuk "tidak melompat terlalu tinggi". Bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita telah dikondisikan seperti itu.

Mari kita bersama-sama merefleksikan hidup dan diri kita, apakah selama ini kita sudah memberikan lompatan yang paling tinggi yang bisa kita lakukan ?

Karena pribadi-pribadi sukses adalah orang-orang yang terus melompat sekuat tenaga mereka, kendatipun terantuk batas. Sehingga jika saatnya "tutup toples" itu dibuka, mereka yang akan melompat keluar dari toples dan menikmati kebebasan.

Kutipan dari Albert Einstein mensarikan tulisan ini dengan baik "Saya bisa mendapatkan teori itu bukan karena saya sangat jenius, tapi karena saya bergumul dengan permasalahan itu lebih lama daripada orang lain"

diambil dari buku I'll See You at The Top - Zig Ziglar



oleh Tony Masiello

Seorang pria bernama Guiseppe (Joe) dan istrinya pindah ke sebuah tanah pertanian bersama 3 orang anak. Mereka tinggal di sebuah perkampungan dan tetangganya berkata ada emas di tanah milik joe. Joe mempercayai hal itu dan menganggap ada emas sesungguhnya disitu. Dia berkata pada dirinya sendiri "aku punya 3 anak lelaki yang sehat, akan aku beritahukan kepada mereka". Kemudian dia menceritakan kepada anak-anaknya tentang hal itu. Anak-anak Joe sangat bersemangat dan mulai mempunyai visi apa yang mereka lakukan jika mereka telah menemukan emas itu. Setiap anak mempunyai visi yang berbeda. Walaupun mereka masih belia, mereka telah merancang pendekatan profesional dalam menggali emas.

Mereka mulai di sebuah sudut dengan lebar tertentu dan terus bergerak sampai mereka tiba di ujung. Dan ketika sampai di garis batas tanah, mereka kembali membuat petak baru dengan arah sebaliknya. Mereka mulai merasakan kesenangan dalam menggali emas! Hal ini berlangsung sampai 6 bulan dan mereka belum selesai menggarap keseluruhan luas tanah mereka.

Sementara itu Joe berpikir untuk menanam beberapa tanaman di beberapa tempat yang tanahnya telah digali. Dia menanam jagung, tomat, kentang dan bawang. Dengan tujuan mendapatkan emas, Anak-anaknya terus menggali lapisan-lapisan tanah. Ketika tanah2 gembur tersedia, Joe menanam lebih banyak tanaman lagi. Hal yang menarik adalah joe sangat ingin untuk bercocok tanam, tapi selama ini dia hanya mengangankannya.

Ketika tanaman-tanaman itu siap untuk dipanen Joe sadar bahwa hasilnya lebih dari yang dibutuhkan oleh keluarganya. Tetangga Joe menyarankan agar dia membuka kios sayuran kecil. Lalu Joe dan istrinya pun membuatnya. Dia menyebutnya "Sayuran keluarga Joe". Beberapa sayuran harus diletakkan di tanah karena tidak cukup di meja kios.

Apa yang dikerjakan oleh anak-anak Joe ? Mereka masih mengerjakan lahan itu, bahkan ketika mereka menyelesaikan semuanya. Mereka menggali lagi mulai dari sudut yang mereka mulai dengan meninggalkan bidang yang telah ditanami. Mereka masih dalam pencarian untuk menemukan emas.

Proses ini berlangsung bertahun-tahun sampai Joe dan istrinya menjadi kaya dari kios sayuran mereka. Bahkan bisa mengirim anak-anak mereka ke universitas hanya karena mereka ingin menemukan emas.

Ingat pada awal cerita ketika Joe diberi tahubahwa "Ada emas di tanahnya" ? Apa yang sebenarnya terjadi adalah, karena Joe adalah seorang imigran, pengetahuan bahasa setempatnya tidak begitu baik. Yang dimaksudkan oleh tetangganya adalah tanah yang dia beli adalah tanah yang subur. Itulah konsep "emas" yang dimaksud oleh tetangganya.

Apakah anak-anak Joe menjadi budak dari penggalian ? Tidak, mereka terinspirasi karena mereka mempunyai visi tentang apa yang uang bisa berikan untuk mereka dan bukan berfokus kepada uang itu sendiri.

Pada level yang lebih tinggi, cerita ini memberikan pemahaman bahwa Alam Semesta selalu memberikan kesempatan pada semua orang, bahkan mengacung-acungkan wortel untuk menginspirasi kita (seperti keledai yang didepan kepalanya diikat wortel untuk membuat dia terus berjalan). Dan anak-anak Joe terinpirasi pada kemungkinan mendapatkan emas didalam tanah.

Anda mungkin menarik kesimpulan berbeda-beda dari cerita ini, ini salah satunya. Pergilah berusaha dan berpikirlah bahwa ada emas disetiap tantangan dan kemunduran yang anda temui sehingga anda dapat terinspirasi untuk bisa memotivasi diri anda, alam semesta akan membantu menyediakan apa yang anda butuhkan, bahkan lebih lagi.

Alam semesta tidak pernah menyerah pada anda, jika anda tidak pernah menyerah pada diri anda sendiri.

diambil dan diterjemahkan dari sini
=======================================================================

gambar dari sini



oleh Hazel Palache
diambil & diterjemahkan dari sini

Saya sering mendengar kata-kata "Kita sedang dalam resesi, barang-barang mahal, segalanya jadi makin susah" dan orang itu masih pergi ke Starbucks, merokok, dan makan di luar.

Jika anda mengenal saya, pasti anda tahu bahwa saya selalu menganjurkan untuk melihat kepada sisi baik. Berfokus pada apa yang anda miliki, bukan pada yang tidak anda miliki. Bahkan jka keadaan menjadi lebih buruk, saya menganjurkan anda untuk untuk memandangnya sebagai waktu untuk redefinisi(mendefinisikan kembali) ketimbang melihatnya sebagai masa resesi. Baru-baru ini saya mendengar seseorang berkata "Walaupun ada resesi, tapi saya memilih untuk tidak ikut serta didalamnya". Sebuah cara pandang yang luar biasa.

Saya mengetahui bahwa segala sesuatunya relatif, tetapi jika anda mempunyai makanan di atas meja, tempat untuk berteduh, kesehatan dan pakaian yang layak, ingatlah untuk bersyukur pada apa yang anda miliki ketimbang selalu berharap untuk apa yang tidak anda punyai.

Saya tidak bermaksud menghilangkan semua kenikmatan karena itu mungkin artinya kita tidak menikmati hidup, tapi walaupun anda menghasilkan banyak uang, sebaiknya anda juga berpikir untuk menabung sedikit disaat ini. Orang kaya menjadi semakin kaya karena mereka mencermati pengeluaran mereka.

Apakah anda pergi ke Starbuck atau tempat sejenisnya setiap hari? Mengapa? Anda tidak benar-benar "membutuhkan" kopi/teh yang anda beli! Starbuck yang membutuhkannya, itu cara mereka mendapatkan uang. Jika anda menghabiskan $4 selama 5 hari dalam seminggu, dalam periode 6 bulan itu berarti $500. Bukankah lebih baik hal itu dialihkan untuk liburan pendek atau baju baru atau membayar kartu kredit? Jika anda merasa tidak bisa menikmati hidup, batasilah menjadi sekali dalam seminggu dan taruh sisa uangnya dalam sebuah toples lalu tiap akhir bulan anda bisa menabungnya. Apa yang tidak kita ketahui tidak akan membuat kita kehilangan dan orang-orang tetap bahagia dan bersemangat bahkan sebelum ada warung kopi. Hal ini seperti kecanduan dan sangat mudah untuk dihilangkan.

Saya sudah tidak merokok selama 30 tahun terakhir jadi saya bahkan tidak tahu harga satu bungkus rokok hari ini. Tapi bayangkan uang yang bisa anda tabung jika anda bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan merokok.

Saya sangat menganjurkan anda untuk berpikir sejenak pada pengeluaran anda daripada anda hanya membiarkan uang itu mengalir begitu saja lewat tangan. Jika anda menepati anggaran belanja selama satu minggu, anda mungkin akan terkejut mengetahui uang yang anda belanjakan dan yang bisa anda tabung jika anda benar-benar mau. Ambillah waktu ini untuk mendefinisikan ulang hal-hal dalam hidup anda, berpikir agak berbeda dan rasakan perubahannya.



About This Blog


Tidak ada kebetulan dalam hidup ini,...
yang ada hanyalah rangkaian kejadian lengkap dengan makna-maknanya.

Persoalannya kemudian,...

bisakah kita merajut makna-makna yang telah lewat???


--==the spirit of dianivan==--

Bukan masalah dari mana kita berasal,
tapi bagaimana kita melangkah saat ini.

Ganbarimasyou!!!

diAnIvaN

diAnIvaN

My Songs